SERANG, REDAKSICOM – Satu dekade perjalanan PT Bank Pembangunan Daerah (Perseroda) Tbk atau Bank Banten bukanlah sekadar hitungan waktu. Di dalamnya tersimpan ikhtiar, pengabdian, pengorbanan, pembelajaran, serta tekad yang terus diperbarui untuk menjawab harapan masyarakat.
Pada momentum perayaan HUT ke-10 Bank Banten ini, Bank Banten tidak merayakan bertambahnya usia semata, namun juga merayakan keteguhan cita-cita agar Provinsi Banten memiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang sehat, profesional, modern, dan mampu berdiri sejajar dengan bank-bank terbaik di Indonesia.
Komisaris Utama Independen Bank Banten, Hoiruddin Hasibuan, menilai transformasi Bank Banten dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang semakin positif. Mulai dari perbaikan tata kelola perusahaan yang terus diperkuat, budaya manajemen risiko yang semakin dikedepankan, peningkatan kualitas pengawasan, percepatan transformasi digital, peningkatan kualitas SDM, hingga penguatan bisnis yang dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Hoiruddin menilai, ke depan lanskap industri jasa keuangan akan berubah jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Salah satu tantangan utama adalah keamanan siber yang menjadi prioritas. Persaingan tidak lagi hanya datang dari sesama bank, tetapi juga dari perusahaan teknologi keuangan dan ekosistem digital yang berkembang begitu pesat.
Pada tahun 2026 ini, lanjutnya, Bank Banten meyakini akan terus melaju meningkatkan kinerjanya dengan semboyan Melesat, Kuat, dan Hebat, serta memberikan kontribusi yang lebih positif melalui empat strategi dan fokus bisnis, yaitu penguatan dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan, penguatan service excellence dan operational excellence, penguatan sinergi, kolaborasi, dan kemitraan strategis, serta penguatan human capital yang berintegritas, profesional, dan produktif.
Penguatan digitalisasi tersebut juga mendapatkan dukungan yang kuat dari bank induk dalam Kerja Sama Usaha Bank (KUB), yakni Bank Jatim. Direktur Teknologi Informasi, Digital, dan Operasi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur, Wiweko Probojakti, menambahkan bahwa proses penguatan produk dan layanan digital di Bank Banten telah lama dilakukan bersama Bank Jatim.
“Sebagai bank induk, tentu kami ingin mengajak seluruh anggota KUB untuk bersama-sama bersinergi dan merasakan manfaat dari KUB tersebut. Saya optimistis tahun ini digitalisasi layanan dan produk Bank Banten dapat dioptimalkan,” katanya.
Salah satu sinergi yang diperkuat adalah di bidang teknologi informasi (IT). Menurut Wiweko, terdapat dua inisiatif besar. Pertama, bagaimana platform IT dapat disinergikan melalui resource sharing (berbagi sumber daya) maupun efisiensi pembiayaan.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menegaskan bahwa digitalisasi layanan dan produk merupakan sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Saat ini proses tersebut masih terus berjalan, baik oleh internal Bank Banten maupun bersama tim dari Bank Jatim.
Busthami menambahkan bahwa keberhasilan transformasi Bank Banten selama satu dekade ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan. Secara khusus, ia menyampaikan “Apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten, serta Pemerintah Provinsi Banten selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang secara konsisten memberikan kepercayaan, dukungan, dan komitmen dalam memperkuat Bank Banten sebagai Bank kebanggaan masyarakat Banten,”.
“Tahun ini kami mempersiapkan struktur baru yang membidangi bisnis digital. Semoga, dengan dukungan dari segenap Stakeholders serta penguatan dari berbagai aspek, semakin memperkuat kinerja Bank Banten terus Melesat, Kuat, Hebat” pungkasnya. (RED)









