SERANG, REDAKSICOM – Perkembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Serang mendapat perhatian dari aktivis DPD Barisan Rakyat untuk Transparansi (BRANTAS) Kota Serang, Suryana. Ia meminta Pemerintah Kota Serang tidak hanya menjadikan progres pembangunan gedung sebagai ukuran keberhasilan program, tetapi juga memastikan kesiapan kelembagaan, sumber daya manusia, permodalan, model usaha, rantai pasok hingga keberlanjutan operasional koperasi.
Suryana menilai pembangunan sarana fisik memang menjadi bagian penting dalam menyiapkan koperasi. Namun, menurut dia, keberadaan gedung belum otomatis menunjukkan bahwa koperasi telah siap menjalankan kegiatan ekonomi dan memberikan manfaat kepada anggota maupun masyarakat.
“Jangan sampai keberhasilan Koperasi Merah Putih hanya diukur dari berapa gedung yang sudah berdiri. Yang lebih penting adalah setelah gedung selesai, siapa yang mengelola, dari mana modal usahanya, bagaimana rantai pasoknya, apa komoditas yang dijual dan bagaimana koperasi itu menghasilkan manfaat bagi anggota serta masyarakat,” kata Suryana, Senin(21/09/2026).
Menurut dia, evaluasi terhadap KKMP setidaknya perlu mencakup beberapa aspek, yakni status badan hukum dan administrasi koperasi, jumlah serta partisipasi anggota, kesiapan pengurus dan pengelola profesional, sumber permodalan, jenis unit usaha, pemasok barang, pasar yang dituju, sarana penyimpanan dan distribusi, serta proyeksi pendapatan dan biaya operasional.
Suryana berpandangan aspek-aspek tersebut penting agar koperasi tidak berhenti sebagai proyek pembangunan infrastruktur, melainkan berkembang menjadi badan usaha yang mempunyai aktivitas ekonomi berkelanjutan.
Ia juga menyoroti kemungkinan keterlibatan KKMP dalam ekosistem pangan dan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Suryana, apabila koperasi nantinya masuk dalam rantai pasok kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah perlu menjelaskan mekanismenya secara terbuka dan terukur.
“Kalau diarahkan memasok kebutuhan MBG, harus jelas skemanya. Apakah koperasi sudah memiliki modal, pemasok, gudang, SDM dan kemampuan memenuhi kebutuhan secara berkelanjutan. Jangan sampai bangunannya sudah ada, tetapi model bisnisnya justru baru dipikirkan kemudian,” ujarnya.
Menurut Suryana, keterlibatan koperasi dalam rantai pasok program pemerintah juga perlu mempertimbangkan kemampuan masing-masing koperasi. Kesiapan tersebut, kata dia, tidak cukup dinilai dari keberadaan bangunan, tetapi juga kapasitas menyediakan barang dengan jumlah, kualitas, harga dan kontinuitas yang sesuai kebutuhan.
Ia menilai KKMP juga perlu mempunyai sumber usaha yang lebih luas sehingga keberlanjutan koperasi tidak hanya bergantung pada satu program pemerintah. Potensi ekonomi setiap kelurahan, UMKM lokal, perdagangan kebutuhan pokok, distribusi pangan maupun bentuk usaha lain dapat dipetakan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Karena itu, Suryana mendorong Pemkot Serang menyampaikan perkembangan KKMP kepada publik menggunakan indikator yang lebih lengkap. Data tersebut antara lain dapat memuat jumlah koperasi yang telah memiliki badan hukum, koperasi yang bangunannya selesai, koperasi yang sudah beroperasi, jumlah anggota aktif, kesiapan modal, pengelola, jenis unit usaha, omzet apabila sudah berjalan, serta koperasi yang masih menghadapi kendala.
“Ukuran akhirnya bukan berapa gedung yang dibangun, tetapi berapa koperasi yang hidup dan mampu menggerakkan ekonomi warga. Evaluasi Pemkot harus menjawab itu secara transparan dan terukur,” tegasnya.
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Kota Serang pada Mei 2026, terdapat 67 Koperasi Merah Putih yang diproyeksikan berada di seluruh kelurahan di Kota Serang. Saat itu, Pemkot menyebut 26 koperasi telah memasuki tahap pembangunan fisik, sementara koperasi lainnya masih berada dalam proses penetapan lahan dan tindak lanjut administrasi.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan setiap koperasi belum berada pada tahapan yang sama. Karena itu, progres pembangunan fisik perlu dibedakan dengan kesiapan operasional koperasi agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai perkembangan program. (Red)









