PANDEGLANG, REDAKSICOM – Kondisi kegiatan belajar mengajar di SDN Cimanggu 3, Kabupaten Pandeglang, menjadi sorotan akibat kerusakan sejumlah ruang kelas yang belum juga tertangani. Situasi ini membuat siswa harus menjalani proses belajar dalam keterbatasan.
Sejumlah bagian bangunan sekolah mengalami kerusakan cukup serius, mulai dari atap yang bocor, dinding retak, hingga fasilitas yang tidak lagi memadai untuk menunjang aktivitas belajar. Kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan menyeluruh.
Akibat keterbatasan ruang kelas yang layak digunakan, pihak sekolah menerapkan sistem belajar bergantian. Beberapa kelas harus berbagi satu ruangan, sehingga waktu belajar menjadi lebih singkat dan kurang maksimal.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, sejumlah ruangan dialihfungsikan. Ruang perpustakaan kini digunakan sebagai ruang belajar siswa kelas lima, sementara ruang UKS dimanfaatkan sebagai kelas darurat bagi siswa kelas empat.
Kondisi paling memprihatinkan dialami siswa kelas tiga. Ruang kelas yang digunakan mengalami kebocoran cukup parah. Saat hujan turun, kegiatan belajar tidak dapat dilakukan di dalam ruangan, sehingga siswa terpaksa dipindahkan ke teras sekolah agar proses belajar tetap berjalan.
Kepala SDN Cimanggu 3, Nunung Hasanah S.Pd, mengatakan kondisi ini sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama. Pihak sekolah, kata dia, terus berupaya melakukan berbagai penyesuaian agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun dalam keterbatasan.
“Pengajuan perbaikan sudah beberapa kali kami sampaikan, namun hingga saat ini belum ada realisasi,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Situasi ini pun memunculkan sorotan terhadap perhatian pemerintah daerah, termasuk Bupati Pandeglang, dalam menjamin kelayakan fasilitas pendidikan bagi siswa. Sejumlah pihak mendorong agar segera dilakukan perbaikan menyeluruh demi kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.(Red/bojes)









