CILEGON, REDAKSI – PT PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya terus memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan pembangkit. Upaya tersebut diwujudkan melalui In House Training (IHT) Tanggap Darurat Kebakaran pada Fuel Oil Storage Tank (FOST) dan Penanganan Pencemaran Limbah yang digelar pada 17–18 Juni 2026.
Pelatihan selama dua hari itu diikuti personel dari berbagai fungsi strategis, meliputi Bidang Operasi Unit, Operasi BOP, Operasi EPA, Pemeliharaan Unit, Pemeliharaan EPA, Kimia, serta K3 dan Lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sekaligus memperkuat koordinasi lintas fungsi dalam menghadapi potensi insiden di area pembangkit.
Senior Manager PT PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya, I Nyoman Buda, mengatakan kesiapsiagaan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menjaga keandalan operasional pembangkit sekaligus memastikan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
“Kebakaran pada fasilitas penyimpanan bahan bakar maupun kejadian pencemaran lingkungan merupakan risiko yang harus diantisipasi bersama. Karena itu, kesiapan personel menjadi kunci agar setiap kondisi darurat dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar I Nyoman Buda saat membuka pelatihan.
Ia berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi lintas fungsi, serta memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjaga keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan.
Menurut Nyoman, keberhasilan penanganan keadaan darurat tidak hanya bergantung pada kelengkapan peralatan, tetapi juga ditentukan oleh kompetensi personel, kedisiplinan menjalankan prosedur, serta efektivitas koordinasi saat menghadapi situasi kritis.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai identifikasi bahaya dan risiko kebakaran pada Fuel Oil Storage Tank, sistem proteksi kebakaran, prosedur tanggap darurat, strategi pengendalian insiden, hingga teknik penanganan pencemaran limbah sesuai ketentuan yang berlaku.
Peserta juga dibekali materi mitigasi dampak lingkungan, penggunaan peralatan tanggap darurat, serta mekanisme koordinasi dalam struktur organisasi penanggulangan keadaan darurat perusahaan. Selain materi teori, pelatihan dilengkapi diskusi interaktif dan pembahasan studi kasus agar peserta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya dalam memperkuat implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Sistem Manajemen Lingkungan, serta membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.
Melalui peningkatan kompetensi personel dan penguatan koordinasi lintas fungsi, PLN Indonesia Power UBP Banten 1 Suralaya menegaskan komitmennya untuk mengedepankan prinsip Safety First, menjaga keandalan pasokan listrik nasional, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.









