SERANG, REDAKSICOM – Gubernur Banten Andra Soni mengukuhkan 50 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Banten Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Sabtu (15/8/2026).
Paskibraka Provinsi Banten yang tergabung dalam Paskibraka Cakra Mandala tersebut terdiri dari 26 putra dan 24 putri. Mereka merupakan putra-putri terbaik Banten yang telah melalui proses seleksi, pembinaan, pendidikan, dan pelatihan untuk menjalankan tugas pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam arahannya, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih. Lebih dari itu, Paskibraka menjadi bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.
“Pengukuhan ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih besar,” ujar Andra Soni.
Ia berpesan agar nilai kedisiplinan, ketekunan, kekompakan, tanggung jawab, kepemimpinan, serta semangat persatuan dan kesatuan yang diperoleh selama masa pembinaan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Andra Soni juga mengapresiasi para pelatih dari unsur TNI, Polri, serta Purna Paskibraka Indonesia Provinsi Banten yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan dedikasi dalam membina para anggota Paskibraka.
“Jadilah teladan di sekolah, lingkungan tempat tinggal, dan di mana pun kalian berada,” pesannya.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kesiapan, komitmen, dan tanggung jawab para anggota Paskibraka dalam menjalankan amanah negara. Kepercayaan tersebut tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga keluarga, sekolah, serta Provinsi Banten.
Sebagai generasi muda pilihan, anggota Paskibraka diharapkan mampu menunjukkan keteladanan, baik selama menjalankan tugas maupun setelah seluruh rangkaian upacara selesai.
“Jaga nama baik diri, keluarga, sekolah, dan Provinsi Banten. Laksanakan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan keikhlasan. Jadikan kesempatan menjadi Paskibraka sebagai pengalaman berharga untuk membentuk karakter dan masa depan kalian,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, menegaskan bahwa proses pembinaan Paskibraka tidak berhenti pada pelaksanaan upacara. Para peserta diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pembinaan ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, Paskibraka merupakan representasi generasi muda yang diharapkan memiliki karakter kuat, disiplin, nasionalisme, serta semangat pengabdian.
“Pengukuhan ini merupakan bentuk peneguhan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para anggota Paskibraka mampu menjaga integritas, kedisiplinan, dan menjadi teladan bagi generasi muda lainnya,” ujar Novriyadi.
Salah satu anggota Paskibraka asal SMA Negeri 3 Kota Cilegon, Fairuz Firman Syah Putra, mengatakan sebanyak 50 anggota Paskibraka akan dibagi menjadi dua tim, yakni Tim Cakra dan Tim Mandala.
Kedua tim tersebut akan menjalankan tugas dalam pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Tugasnya adalah pengibaran dan penurunan bendera di Upacara HUT ke-81 RI,” ucap Fairuz.
Pengukuhan Paskibraka Provinsi Banten pada akhirnya bukan hanya tentang keberhasilan mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembentukan generasi muda Banten yang berkarakter, berintegritas, disiplin, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa, negara, dan daerah. (ADV)









