KUPANG, REDAKSICOM – Cabang olahraga atletik Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Banten berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Para atlet Banten meraih satu medali perak dan dua medali perunggu di tengah ketatnya persaingan tingkat nasional.
Official cabang olahraga atletik SOIna Banten, Nur Rokhim, mengungkapkan bahwa hasil yang diraih para atlet cukup memuaskan, bahkan melampaui target awal yang ditetapkan tim.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena para atlet mampu bersaing dengan kontingen dari berbagai provinsi, meskipun waktu persiapan menuju kejuaraan relatif terbatas.
“Untuk hasil, kami sudah cukup memuaskan karena melebihi target yang kami tetapkan. Dengan persaingan tingkat nasional yang sangat ketat, kami mampu bersaing dan mengharumkan nama baik Banten,” ujar Nur Rokhim. Jumat 16 Oktober 2026.
Dalam pertandingan atletik, Muhammad Althop Iztaba berhasil meraih medali perak pada nomor lompat jauh tanpa awalan putra. Sementara itu, Samuel Kevin Gultom meraih medali perunggu pada nomor lari 80 meter putra Divisi I, dan Husaini Anwar memperoleh medali perunggu pada nomor lari 400 meter putra Divisi II kategori High Ability.
Selain raihan medali tersebut, atlet Banten lainnya juga menunjukkan perjuangan maksimal. Ibam menempati posisi keempat pada nomor lari 100 meter putra Divisi I, sedangkan Salma meraih posisi keempat pada nomor lari 25 meter putri Divisi I kategori Low Ability.
Nur Rokhim menjelaskan, persiapan kontingen Banten menuju PESONAS II 2026 berlangsung dalam waktu yang cukup mepet. Bahkan, pada awalnya tim sempat pesimistis dapat memberangkatkan atlet untuk mengikuti kompetisi di Kupang.
Namun, berkat dukungan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Gubernur Banten Andra Soni beserta tim, kontingen akhirnya dapat berangkat dan mengikuti pertandingan nasional tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan tim yang telah membantu pembiayaan serta membersamai kami. Berkat dukungan tersebut, Banten akhirnya bisa berangkat ke Kota Kupang untuk mengikuti PESONAS II tahun 2026,” katanya.
Ia menilai kesempatan bertanding di tingkat nasional menjadi pengalaman berharga bagi para atlet untuk meningkatkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan potensi olahraga mereka.
Nur Rokhim berharap prestasi yang diraih di PESONAS II 2026 menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Evaluasi serta pembinaan berkelanjutan dinilai penting agar atlet SOIna Banten dapat mencapai hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada atlet penyandang disabilitas intelektual agar memperoleh kesempatan yang setara dalam mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
“Mari bersama-sama membangun dan mendukung atlet disabilitas, khususnya melalui Special Olympics, agar mereka bisa terus berkembang dan membawa nama baik Banten hingga ke kancah internasional,” tuturnya.
Hingga saat ini, cabang olahraga atletik Banten sementara telah meraih satu medali perak dan dua medali perunggu. Perjuangan para atlet masih berlanjut pada pertandingan hari ini, dengan harapan dapat menambah pundi-pundi medali dan mengharumkan nama Provinsi Banten di tingkat nasional.








