KUPANG, REDAKSICOM – Prestasi membanggakan ditorehkan atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) Provinsi Banten dalam ajang Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026. Cabang olahraga atletik berhasil menyumbangkan dua medali emas melalui nomor lari putra.
Dua atlet yang sukses meraih podium tertinggi yakni Muhammad Althop Iztaba pada nomor lari 50 meter putra Divisi 3 kategori Low Ability, serta Husaeni Anwar yang menjadi juara pada nomor lari 200 meter putra Divisi 3 kategori High Ability.
Official cabang olahraga atletik SOIna Banten, Nur Rokhim, mengungkapkan raihan tersebut melampaui target yang telah ditetapkan tim sebelum mengikuti kompetisi nasional tersebut.
Menurut Nur Rokhim, tim atletik sebelumnya hanya mematok satu medali emas. Namun, hasil pertandingan menunjukkan para atlet mampu memberikan hasil lebih baik dari yang diharapkan.
“Alhamdulillah, target kita terlampaui. Awalnya kita menargetkan satu medali emas, tetapi atletik Banten berhasil mendapatkan dua emas,” kata Nur Rokhim. Minggu 18 Oktober 2026.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari semangat juang para atlet yang tetap mampu menunjukkan kemampuan terbaik, meskipun persiapan menghadapi pertandingan masih terkendala keterbatasan waktu latihan dan fasilitas pendukung.
Bagi SOIna Banten, keikutsertaan dalam PESONAS II NTT 2026 juga menjadi langkah penting dalam pengembangan olahraga bagi atlet penyandang disabilitas intelektual. Ajang ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk membuktikan potensi sekaligus menambah pengalaman bertanding di tingkat nasional.
Nur Rokhim menegaskan, capaian di Kupang harus menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan atlet atletik di Banten. Salah satu langkah yang akan didorong adalah mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial, terutama dari kalangan penyandang Down Syndrome dan tunagrahita.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan latihan atlet SOIna, termasuk ketersediaan sarana, prasarana, serta fasilitas pendukung yang memadai.
“Kami berharap fasilitas latihan bisa lebih dilengkapi. Kami juga memohon perhatian Gubernur Banten beserta jajaran pemerintah daerah agar atlet-atlet SOIna, khususnya atlet Down Syndrome dan tunagrahita, mendapatkan dukungan yang lebih baik,” ujarnya.
Nur Rokhim berharap prestasi yang diraih di PESONAS II NTT 2026 menjadi awal bagi peningkatan kualitas pembinaan atlet di Banten. Dengan dukungan yang lebih optimal, para atlet diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dan kembali menorehkan prestasi pada penyelenggaraan PESONAS berikutnya. (Red)









